ASA: Urusan Kita atau Mereka?

source: pinterest.com


Perihal kita, mereka dan asa.

Kenapa sih kok dipersulit, disudutkan pula? Bukankah juga merepotkan?

Apasih asa mu? Begitulah siratnya.

Namanya juga lisan. Tak berucap, maka akan mengganjal.

Bosan sudah, setiap kali terucap. Tak hanya satu, namun bertubi-tubi seperti dihujani rayuan.

Rayuan memautkan maksudnya.

Mereka kira, sekarang masih zaman leluhur. Mereka kira, kita nyaman.

Kenapa juga selalu mereka?


Tentang "asa", perihal pribadi yang membawa seribu ketertarikan


Komentar